Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi patah hati

Broken Angel

Gambar
  Lihatlah... Tiba-tiba kau datang dengan sejuta pertanyaan, badai risalah tentang perjuangan mimpi dan juga angan. Beribu butir air mata jatuh membasahi pipimu yang lucu, menyengsarakan mata yang tak mau terbuka, melukai bibir yang tak pernah berdusta, hanya untuk meminta pertolongan. Begitu rimba isi kepalamu, sukar kurasa dipenuhi rumput liar berduri ketika kubelai rambutmu yang wangi. Katakanlah kasih... sekejam apa tusukan yang dihujamkan ke jantungmu? Pilu meraung, meronta merasakan kesakitan yang teramat dalam, hingga membuat rahangmu memerah dipenuhi oleh tamparan. Berbait-bait kata mengantarkan kepergianmu, berlari terseok dan terjatuh, lutut dan siku berlumur darah, hatimu berteriak memohon ampun atas ketidakberdayaan. Tapi... aku bisa apa? Tak ada obat yang bisa kuberi, tak ada pelukan yang mampu menidurkanmu. Aku tak punya apa-apa, saking seringnya dilanda lara. Jika kau ingin mati, aku tak tega membunuhmu. Jika kau ingin hidup, tak ada asa yang bisa aku tawarkan. Kesed...

Aku dan Lara

Gambar
Bintang dan bulan, dua hal yang saling melengkapi. Hanya saja mereka berbeda, seperti aku dan kamu. Mereka tidak akan dapat menjadi satu seperti aku dan kamu. Ada saatnya bintang harus pergi meninggalkan bulan dengan kehampaan. Dan bintang itu adalah aku... Awalnya... aku pikir aku cukup kuat untuk menahan segala lara. Tapi ternyata lara itu menggerogotiku, memusnahkan segala harapanku, membiarkan aku sendiri yang tenggelam dalam lara tersebut. Walau terkadang sugesti mengatakan kalau aku masih punya kekuatan untuk bertahan. Rasanya semesta tengah menghujamiku dengan rasa ketidak peduliannya. Rasanya bintang-bintang mulai memprotes kekalahanku. Rasanya pula, sang langit tidak terima atas kegagalanku. Ya, semuanya menyakitkan. Sakit... dan hanya aku yang merasakan. Lantas, siapa yang bersalah? Aku atau lara itu? Aku sekedar berungkap tentang apa yang ingin aku ungkapkan. Tapi... lagi-lagi semuanya memprotes. Semuanya berteriak keji! Semesta, maafkan aku yang ternyata tid...

Menjelma Menjadi Bayangan

Gambar
Kala hujan, kamu menjelma menjadi bayangan, yang membayangi pikiranku Lalu hatiku berkata: hati-hati di jalan! Kala hujan, kamu menjelma menjadi bayangan, yang membayangi jiwaku Lalu hatiku berkata: jangan lupa makan! Kala hujan, kamu menjelma menjadi bayangan, yang membayangi hidupku Lalu hatiku berkata: kamulah harapanku! Semua berubah ketika kamu berkata bukan, bukan aku yang tepat menjadi bayanganmu Perasaanku hambar, sedu-sedan Air mata jatuh seperti derasnya hujan Suara deras itulah yang membuatmu selalu aku pikirkan Dan... Pada detik-detik kehilangan, kamu begitu tenang Barangkali kamu terbiasa dengan sepi, atau lupa cara bersedih...

Warna Sedihku

Gambar
Pernah mendengar bisikan air laut? Tentang sebuah perasaan, yang dapat menyaingi dalamnya samudera Cinta, sabdanya... Pernah membaca aksara matahari? Tentang sebuah perasaan, yang dapat melebihi luasnya langit Cinta, tulisnya... Dan sebelum air laut berbisik, sebelum matahari menciptakan kata-kata, aku telah memperlihatkan padamu sebuah goresan berbagai warna Cinta, ucapku... Kini.. aku tertampar oleh masa Aku terhenyak dalam diam dan luka Ternyata benar, tak ada cinta untukku di sana Aku meminta semesta mengartikan, tetapi tak berhasil Biarkan waktu yang menunjukkan, ujarnya... Karena dari beribu detik yang lalu saja, aku tidak pernah diperbolehkan masuk ke sana, ke hatimu.. Karena dari beribu detik yang lalu saja, kamu membiarkan cinta ini memendam dirinya sendiri hingga sesak, kemudian mati.. Aku lelah... sangat Seandainya aku tahu cinta sesakit ini, aku tak akan pernah membiarkan diri ini melukiskan warna untukmu seandainya aku tahu cinta sepedih ini, ...

Binasa Karenamu

Gambar
Hatiku merintih tersayat perih Sejauh upayaku mencintaimu, Sia-sia... kau pandang bagai buih Tak berharga, tak bernilai, kelu Sepenuh bukti cintaku padamu Kau nilai hanya sebatas bualan Setia, pengorbanan, dan rindu Nihil... bagai langit tanpa awan Sesak dada ini mendengar kemesraanmu dengannya Ada begitu banyak nama setelah aku binasa Begitu bahagiakah engkau? Gejolak jiwa ini tak mampu aku pahami Harusnya tidak begini... Seharusnya aku bahagia melihatmu bahagia Tetapi aku tak mampu mengingkari hati Bahagiamu buatku semakin terjerumus dalam jurang yang dalam, dan aku semakin gila karena semua ini Aku bukan diriku lagi Dimana aku sekarang? Dimana kebahagiaanku sekarang? Kini hanya mimpi dalam kegelapan Kini... Aku hanya sekedar hidup Aku berteman kehampaan Seperti mayat hidup dalam ribuan kerumunan manusia, aku hanya terdiam dalam kesunyian Kamu tahu? aku telah binasa sejak hari itu, terhunus oleh aksara kejammu

Heartbreaker

Gambar
Suara hitam berdetak didalam hati Dirimu masih saja berkeliaran membunuh hari Jadilah kini aku sang pembenci Setelah aku menyadari, bahwa semuanya sudah menjadi tak berarti Dirimu tega menghabisi nyawa di hati, yang tak pernah kamu ketahui sama sekali Perkataanmu ibarat lidah yang bercabang Meskipun kebenaran telah kau sisipkan walaupun terasa hambar Kamu peka, namun tak memiliki rasa Kamu tahu, aku yang tidak tahu Jelas terlihat bahwa akulah manusia bodoh, yang biarkan dirimu menari-nari indah di atas kesedihanku ini Kamu tahu... Selalu ada rindu untukmu, walau kamu menyimpan banyak nama Tangisanku berderai sejuta pengharapan, mengeja puisi hati yang temaram Jika tak mampu maka pergilah! Tak usah membuatku sedih atas harapan kosongmu Entah sampai kapan dirimu seperti itu, Selalu melambai-lambai bersama kosongnya kejujuran Tahukah kamu? Aku selalu menunggu sapa, senyum, dan tawamu sampai aku nyaris hilang akal Tetapi sang mentari masih marah saat aku i...

Sekarat

Gambar
Saat embun pagi bangunkan tidurku Aku berharap mentari tersenyum menyapaku Membawa kabar baik tentangmu di sana Obati resah jiwaku sejak semalam Saat mentari tersenyum bersinar Aku berharap telaga hatimu tak akan pernah mengering Basuhi gundah yang tak jua sirna Memikirkan yang terkasih untuk sebentuk harap dan rasa Pernahkah engkau tahu apa yang saat ini kurasakan? Ada sesuatu yang tak biasa dalam diri ini Kehadiranmu basuhi relung jiwaku yang lusuh melepuh Denyutkan kembali irama nadiku yang telah biru membeku Engkau bintang kecilku Yang gemerlapi gelapnya malam langit hidupku Tetaplah bermain di taman hatiku, hingga jiwa yang gundah ini merasa tentram Diri ini teramat rapuh tanpa hadirmu Mengapa getaran rasa begitu dalam? Membuat hati sakit tertorehnya Mengapa jiwa ini teramat rapuh? Membuat rindu selalu datang menggoda rasa Lusuhan harap yang menggebu, merintih dalam kalbu... membiru Onggokan keinginan kusam, menyusup dalam kelam... terdiam Sakit ...

Bencilah Aku Semampumu

Gambar
Biar kubisikkan kau sesuatu Perihal suara yang senyap malam denyutkan, pada telinga-telinga daun enggan gugurkan Dan dari padanya, aku mengecup laut Bukan hari yang kauracik dalam pita tawa Menyelamatkan duka dengan sehelai air mata Sedang aku, butuh ribuan senja Untuk menawar lukaku dengan senyuman Bencilah aku, sebab mendung di kepalaku tak serupa milikmu Bencilah aku, sebab kata-kata tak selalu menuju pintu Bencilah aku, sebab anak-anak sungai yang  mengalir di mataku, selalu tahu ke mana mereka kan menuju Bukan angan yang kupeluk, ketika doaku tak lepas dari sajadah, yang menjadikan nyata cinta bukan sekadar pertemuan yang tak berjarak, semua yang kerap luput dari mata Dan dengarlah aku dengan suara malam paling bisu Ketika keikhlasan menjadikanku perempuan tabah, yang kerap menahan jarum di dadaku Namun cemasmu, mengikat langkahku yang tumpah Menjadikan mati rasaku kian berkuasa Engkau kan menjelma serupa awan pada pelangi yang kulukis terang, ...

Gelandangan...

Gambar
Rumahku di tepi jalan, berpagarkan keramaian dan beratapkan awan Menepiku disudut jalan, membuat sebuah harapan selurus jalanan yang menghitam Kerasnya dunia, membuat aroma khas tubuhku yang kusam, jauh dari bersih dan bersahabat dengan sisa-sisa Berangkat dari kisah kelam meski cita-citaku indah Tapi hanya ada dalam angan yang tak mungkin terkisahkan Kulangkahkan kakiku, menapaki setiap sudut kota Entah dimana ujung dan pangkalnya Aku tak berarah, aku sebatang kara Siapa yang peduli padaku? Semua membenciku! Aku berada dalam ketidakberdayaan Lemah dan terinjak-injak dalam barisan kaum materialistis Mereka menenggelamkanku...

Sayapku Telah Patah

Gambar
Sayapku memang telah patah, tapi tak menjadi alasanku untuk menahanmu terbang lebih tinggi Bukan tak mencintaimu untuk tak menahan pergimu Tapi jauh sebelum itu, ku cukup tahu diri bahwa tak ada hal istimewa dariku untuk harus dipertahankan Maka ketika kau pergi, ku hanya diam dalam bisuku, dalam pedihnya perasaanku Sayapku memang tak lagi mampu mengepak, tapi tak menjadi alasanku akan memintamu berjalan bersamaku, lantas kau tak lagi mengangkasa Maka ketika kau tak lagi untukku, ku hanya nanar dalam kekosonganku, dalam lukanya asaku Tapi usah cemaskanku, patah sayapku mungkin tak mampu membuatku terbang menujumu, tapi jauh di bawah sini doaku selalu melangit untuk kebahagianmu Tak lagi penting apakah suatu saat ku bisa kembali terbang bersamamu atau tidak, hanya ku ingin kau tetap terbang walau tak lagi denganku. Tak usah cemaskan atas patahnya sayapku, karena kau tahu? untuk mencintaimu dengan atau tanpa sayap pun aku bisa melakukannya Mungkin kau lupa, sebelum ...