Malu
Di langit mana harus kusimpan dosa? Di tanah mana harus ku kubur aib? Ke ujung dunia mana harus ku berlari? Di kegelapan mana harus kusembunyikan malu? Meniti semedi hati Terpecik pekik bulan dijerat awan Sisipkan peluh dan derainya Undang sesak menyekat rongga, antara iba dan noda dari cinta yang tersisa Dan tentang kezaliman, telah ku abadikan dalam sebait puisi Agar dia tak lupa diri, telah mengoyak dan melukaiku Sebenarnya aku ingin kembali. pulang ke teduh matamu, dan berenang di kolam yang kau beri nama rindu Aku ingin kembali ke rumah Tetapi nasib memanggilku Seseorang menculikku dari alam mimpi Membawaku terbang melintasi waktu dan dimensi kata-kata Orang bilang apa yang ada di depan manusia hanyalah jarak, dan batasnya adalah ufuk Begitu jarak ditempuh, maka sang ufuk menjauh Tak ada romantika yang cukup kuat untuk dapat menaklukkan dan menggenggamnya Seperti yang terjadi padaku...