Postingan

Menampilkan postingan dengan label curhat

Maaf, Aku Lakukan Pelanggaran

Gambar
Sudah hampir lima bulan aku menunggumu pulang. Menunggumu memilihku untuk menjadi tempatmu pulang. Sudah cukup lama bagiku untuk tetap di sini, menanti salam darimu, salam hangat yang menyambut rasaku padamu. Aku setia menunggumu, say ... Menunggumu mengucap satu dua kata yang mewakili rasamu padaku. Ada yang belum tersampaikan, betapa aku merindukanmu di setiap jengkal masa. Ada yang tidak mungkin tersampaikan, betapa aku menyayangimu, hingga hati ini tak kunjung berhenti mendoakanmu. Ada yang tidak bisa disampaikan, aku sangat mencintaimu, say ... Begitu banyak hal yang tidak sanggup aku sampaikan. Haruskah aku berhenti sampai di sini? Apakah kini saatnya aku berhenti menunggumu pulang? Beberapa waktu yang lalu, aku berjanji padamu untuk menjauh darimu. Bukan selama musim hujan atau musim kemarau, tetapi untuk sepanjang musim dan sepanjang waktu. Aku menyatakan hal itu... Kenyataannya adalah, kebenaran atas apa yang dari dulu hingga kini: aku tak aka...

Yang Terakhir

Gambar
Aku tahu harusnya aku pergi, saat kamu memutuskan pergi dari hidupku. Aku tahu harusnya aku menghapus namaku dari hari-harimu, saat kamu bilang sudah lelah berjalan denganku. Aku tahu harusnya aku tidak boleh menyebut namamu, mengenangmu, mengharapkanmu, saat kamu mantap melanjutkan hidup tanpa aku disampingmu. Aku tahu kamu saat ini lebih bahagia , tanpa adanya aku dibalik namamu. Aku tahu bebanmu kini terasa ringan, hingga kamu merasa melayang di langit, tanpa aku yang selama ini menjadi tanggung jawabmu. Aku tahu say , sangat tahu... Tak perlu kamu beri kode, tak perlu kamu tunjukkan, aku tahu semua yang kamu inginkan dariku. Kamu ingin aku pergi jauh dari hidupmu, tanpa jejak. Maaf, jika selama ini aku terlalu egois, memaksakan diri, tak tahu malu, berusaha untuk terus berada di belakangmu, menguntitmu, merasaimu, melihatmu dari jauh. Kini aku sadar, cinta tak bisa dipaksakan. Sudah takdir jika kisah kita hanya bertahan 8th. Cintamu kini telah hilang, kamu bukan...

Ruang Kosong

Gambar
Ruang itu kosong. Sepi tanpa penghuni. Sedang ketuk-ketukan pintu itu telah menggema berkali-kali. Sayangnya, aku tak juga bersedia membukanya, sekedar bertukar sapa atau persilahkan sejenak duduk di halaman. Kosong itu begitu aku nikmati. Sengaja aku biarkan percuma tanpa ada penghuninya. Sebenarnya jiwaku meronta, inginkan seseorang datang untuk aku persilahkan. Namun aku terlanjur dalam beku, dalam ketakutan. Tentang kedatangan yang hanya akan ciptakan kepulangan setelahnya, tentang kebersamaan yang hanya akan lahirkan perpisahan, juga tentang harapan yang kelak akan dijatuhkan. Sepi ini benar-benar aku nikmati. Sedang mereka yang ingin sekali menemani, hanya aku biarkan berdiri menanti senyumku di balik pintu. Sebagian dari mereka ada yang bertahan, tetap setia menunggu di depan pintu. Namun sebagian lagi, mereka yang lelah menunggu memilih pergi tidak lagi mengetuk pintu. Mereka bosan dengan keterdiaman yang aku ciptakan. Mengapa ruang itu masih kosong? Tidak bisakah ru...

Kamu dan Puisi

Gambar
Mencintainya bagai menulis puisi. Ketika ku rajut satu demi satu kata menjadi kesatuan puisi yang utuh, hatiku bahagia. Seolah mampu menggenggam langit walau gelap enggan beranjak, seolah mampu menyelami samudera walau ombak sedang gusar, seolah mampu mencium rembulan walau purnama belum tiba. Terlebih ketika aku menuliskan dirinya dalam puisiku, kata-kata itu menjadi hidup, menari di hadapanku, dan di atas jemariku. Seperti itulah diriku mencintainya. Ketika ku pupuk setiap mili rasa sayang dan kasihku padanya, hatiku bahagia. Seolah mampu menghadapi kerasnya dunia hanya dengan menggenggam tangannya, seolah mampu menatap masa depan bersamanya, seolah hatinya akan mampu membahagiakanku sebesar aku membahagiakannya. Aku mencintainya dengan tulusku. Namun aku lupa... Aku hanya bisa mencintainya dalam diam, karena kami kini telah berpisah. Hanya Allah yang tahu saat aku menangis dan tertawa karenanya. Aku kehilangan akal, mencintai tanpa memahami hakikat sebuah...

Lebih Dari Sekedar Pergi

Gambar
Akulah yang terus mendengarkan diammu, selagi kamu tidak mendengarkan celotehku Akulah yang terus melihat tiadamu, saat kamu tidak pedulikan pencarianku Akulah yang terus mengenangmu, ketika kamu menyerah untuk mengingatku Jarak itupun makin melebar, kian tak terukur Bahkan kini kamu telah lebih jauh dari sekedar pergi Dan... Dalam diam, aku berjuang...

Maaf, Aku Tidak Mencari Jodoh

Gambar
Sering kali ada telp atau sms masuk di hp ku, mereka selalu bilang ingin berkenalan, bertanya apakah aku sedang mencari jodoh, apakah aku mencari suami, dan sebagainya. Dan berulang kali juga aku selalu mengatakan: maaf, aku tidak mencari jodoh! Ya... aku selalu mengatakan hal itu, untuk menjaga hati dan cintaku, hanya untuk dia . Walau saat ini aku sudah tidak bersamanya lagi, hal itu akan tetap aku katakan. Karena hati dan jiwa ini sudah menyatu dengan dia, serta terdoktrin untuk hanya mencintai dia. Hanya dia pemilik hatiku. Dan saat terbangun di pagi ini, aku tersenyum di pembaringan, betapa hati ini tenang saat dia berbisik di telingaku semalam: "say... walau kita putus, bukan berarti hati kita terputus, walau kita putus, bukan berarti kita tak jodoh". Dia datang di mimpiku, dan berbisik kalimat itu di telingaku. Sungguh, mimpi yang sempurna ditengah gersangnya hati yang merindu. Senyumnya malam itu telah meruntuhkan syaraf sadarku. Ya Allah... apakah aku i...