Pos

Bidadari Malam Telah Berpulang

Gambar
Lihatlah dia, berjalan sendiri menyusuri malam
Tanpa teman, ditemani lawan
Kakinya yang telanjang menyentuh bumi dengan ringan, seolah tanpa beban
Dia menjauhi orang-orang yang dikasihinya,
agar mereka bahagia tanpa cerita pahitnya

Saat hendak memasuki lorong gelap,
dia menghentikan langkah dan tertegun, terbesit was-was di hati,
apakah dia mampu menembus lorong itu tanpa sepercik cahaya?
Dia telah meninggalkan lilinnya ditempat yang seharusnya untuk berpijar

Akhirnya perlahan-lahan dia mulai berjalan masuk ke dalam lorong
Hanya ada gelap, tanpa warna
Hanya ada kebisuan yang abadi, tanpa harmoni

Karena lelah dia jatuh tersungkur,
wajahnya menyiratkan keletihan yang mencapai puncaknya
Matanyapun menerawang, mencoba menembus semua kenangan
Jantungnya berdetak kencang,
saat keindahan menyeruak hadir di hatinya yang beku
Senyumnya tersungging, saat bibirnya memanggil sebuah nama
Diapun akhirnya memejamkan mata,
agar hanya paras yang indah itu terus terlihat

Entah berapa lama dia terhanyu…

Sayapku Telah Patah

Gambar
Sayapku memang telah patah,
tapi tak menjadi alasanku untuk menahanmu terbang lebih tinggi
Bukan tak mencintaimu untuk tak menahan pergimu
Tapi jauh sebelum itu, ku cukup tahu diri bahwa tak ada hal istimewa dariku untuk harus dipertahankan
Maka ketika kau pergi, ku hanya diam dalam bisuku, dalam pedihnya perasaanku

Sayapku memang tak lagi mampu mengepak,
tapi tak menjadi alasanku akan memintamu berjalan bersamaku, lantas kau tak lagi mengangkasa
Maka ketika kau tak lagi untukku, ku hanya nanar dalam kekosonganku, dalam lukanya asaku

Tapi usah cemaskanku, patah sayapku mungkin tak mampu membuatku terbang menujumu,
tapi jauh di bawah sini doaku selalu melangit untuk kebahagianmu
Tak lagi penting apakah suatu saat ku bisa kembali terbang bersamamu atau tidak,
hanya ku ingin kau tetap terbang walau tak lagi denganku.

Tak usah cemaskan atas patahnya sayapku,
karena kau tahu? untuk mencintaimu dengan atau tanpa sayap pun aku bisa melakukannya
Mungkin kau lupa, sebelum kau beriku sayap, ja…

Pelangi Indahku

Gambar
Mencoba mengurai benang kusut tak menentu,
merajutkan kembali satu persatu hingga menyatu
Kekalutan menggores sebuah dilema yang mencekam
Mencari secercah cahaya yang tulus menerangi kegundahan

Dalam ramaiku, ada sepi yang menyelimuti
Kebingungan yang melanda, bagaikan senjata yang membunuh dalam haru
Membiarkannya mengalir entah sampai dimana
Namun asa terisak dalam ragu yang membelenggu jiwa

Dan kini...

Senja telah menautkan satu mimpi yang mengurai asa
Ronamu melukiskan kelam menjadi indah binasa,
memupuskan keluh hingga legam terbawa hampa
Warnamu membiaskan remuk redamku,
membiarkanku terpaut pada pesona mimpi merasuk jantung

Mencintaimu laksana denyut jantung yang berdetak
Terus berdenyut hingga mengalir ke urat nadi
Kau yang memahat cinta itu menjadi indah dan ada
Mengokohkan pilar-pilar ku yang hampir roboh,
tatkala ombak besar telah meluluhlantakkan

Kau telah menjadi pelangi indah di ruang hatiku
Setia menapaki terjalnya labirin ku yang berliku

Mencari Jalan Pulang

Gambar
Kita bukan penduduk bumi, kita adalah penduduk surga
Kita tidak berasal dari bumi, tapi kita berasal dari surga
Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah, kembali ke kampung halaman
Dunia bukan rumah kita
Maka jangan cari kesenangan dunia

Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali ke rumah-Nya
Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang,
selalu mengingat rumahnya,
dan mereka mencari buah tangan untuk kekasih hatinya yang menunggu di rumah?

Lantas….
Apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita, Rabb yang mulia?
Dia hanya meminta amal sholeh dan keimanan,
serta rasa rindu pada-Nya yang menanti di rumah
Begitu beratkah memenuhi harapan-Nya?

Kita tidak berasal dari bumi
Kita adalah penduduk surga
Rumah kita jauh lebih Indah di sana

Kenikmatannya tiada terlukiskan
Dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita
Serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati
Mereka rindu kehadiran kita
Setiap saat menatap menanti kedatangan kita
Mereka menanti kabar baik dari Malaikat Izrail
Ka…

10 Tahun Aku Membencinya, Tetapi Sepanjang Sisa Hidupku Aku Mencintainya

Gambar
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Setelah menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia la…

Masamah Bebas dari Hukuman Mati di Arab Saudi, Setelah Proses Hukum Selama 8 Tahun

Gambar
Bagi Masamah Binti Raswa Sanusi, tanggal 13 Maret 2017 menjadi hari yang bersejarah dan tak terlupakan dalam hidupnya. Karena di tanggal itu, dirinya dinyatakan bebas oleh Hakim Pengadilan Tabuk.

Alkisah di tahun 2009, WNI asal Cirebon ini ditahan di Penjara Tabuk, Arab Saudi, atas dakwaan membunuh anak majikan yang berumur 11 bulan. Sejak saat itu, Masamah yang baru 7 bulan bekerja di rumah majikannya, terpaksa harus merasakan dinginnya tembok penjara.

Masamah sempat divonis hukuman kurungan selama 5 tahun, namun Jaksa Penuntut Umum menyatakan banding yang kemudian dikabulkan oleh Mahkamah Banding. Selanjutnya Mahkamah Tabuk kembali menggelar persidangan atas kasus Masamah hingga tahap akhir persidangan.

Sejak kasus ini bergulir, majikan atau ahli waris korban, bersikukuh menuntut Masamah dengan hukuman mati qishas. Hasil sidang pada tanggal 26 Februari 2017 menetapkan, bahwa sidang yang digelar 13 Maret 2017 sedianya menjadi tahap pembacaan vonis terhadap terdakwa. Namun, Hakim ter…

Antara Wortel, Telur, dan Kopi

Gambar
Seorang gadis mengadu pada neneknya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu, dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang, dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, maka akan timbul masalah baru.

Neneknya mengajak cucunya menuju dapur. Diisinya tiga buah panci dengan air, dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih.

Dua puluh menit kemudian, kompor-kompor dimatikan oleh sang nenek. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang nenek memandang cucunya sambil berkata: ”Katakan, apa yang kamu lihat”. Cucunya pun menjawab: “Wortel, telur, dan kopi”.

Jangan Mencela Hujan!

Gambar
Akhir-akhir ini hujan mulai turun tiada henti. Entah itu siang ataupun malam. Tapi sayangnya, banyak dari kita yang mencela datangnya hujan. Mereka beranggapan, hujan hanya akan memperburuk hari-harinya saja. Sebagian orang merasa dirugikan ketika musim hujan.

Memang benar, tidak semua yang terjadi di sekitar kita, sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang kita berharap langit cerah, namun Allah turunkan hujan. Dan sebaliknya. Namun apakah kehendak Allah harus bergantung kepada kehendak kita?

Jangan sampai ketidaknyamanan ini, menyebabkan kita menjadi murka dan marah dengan takdir Allah. Terlebih, jaga lisan baik-baik, jangan sampai mengeluarkan kata celaan terhadap hujan yang Allah turunkan. Terkadang kita tidak sadar, ucapan kita bisa menjadi sebab diri kita tergelincir ke dalam neraka.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang mengundang ridha Allah, yang tidak sempat dia pikirkan, namun Allah mengangkat derajatnya disebabka…

Orang Islam Yang Diusir Nabi Muhammad Saat Di Akhirat, Siapakah?

Gambar
Hari kiamat merupakan sebuah peristiwa yang pasti akan terjadi. Ketika alam dunia sudah berakhir, maka manusia akan dibangkitkan di Padang Mahsyar. Di tempat ini manusia akan berkumpul untuk ditimbang amal baik dan amal buruknya.

Kondisi di Padang Mahsyar digambarkan sangat kacau, dan masing-masing memikirkan diri sendiri. Terlebih matahari saat itu berada 1 mil di atas kepala, sehingga kondisi sangat panas. Beruntung Nabi Muhammad dengan kasih sayangnya memberikan pertolongan kepada umatnya berupa Syafaatnya.

Namun, ada umat Islam yang akan diusir oleh junjungan semesta alam ini. Karena kesalahannya selama di dunia, Rasulullah pun enggan didekati mereka. Siapa orang Islam yang diusir Nabi Muhammad saat di akhirat?

Republik Hoax

Gambar
Alkisah di suatu masa, dan suatu tempat, dimana manusianya bukan manusia, dan ceritanya bukan cerita. Dimana orang menerima saja berita tanpa diperiksa.

Jangan protes, jangan kritik, jangan bertanya, sebab engkau akan dikira merencana makar. Terima saja semuanya, sebab bila tidak maka engkau dianggap berbahaya.

Disana penguasa serba benar dan rakyatnya pasti salah. Cabai naik salahnya rakyat, kenapa tak menanam sendiri. Bahan bakar naik, maka jangan dipakai itu solusinya

Di republik itu, yang menista agama melenggang saja, sementara yang tak melakukan apa-apa tiba-tiba menyandang gelar tersangka. Di republik itu hukum sudah tiada.

Mereka yang teriak cinta negara, adalah yang paling banyak menjual badan usaha milik negara. Mereka yang teriak paling nasionalis, justru yang getol menjual negara.

Komunisme dibiarkan subur, memaki agama disilahkan, asal jangan mengganggu dan mengkritik penguasa. Tetapi pembawa lafadz tauhid langsung diperiksa, alasannya dia berbahaya.

Atas nama demokrasi …