Pages

Minggu, 27 November 2016

Kisah Umar dan Keprihatinannya Pada Rakyat Miskin


Kisah Umar dan Keprihatinannya Pada Rakyat Miskin

Krisis itu masih melanda Madinah. Korban sudah banyak berjatuhan. Jumlah orang-orang miskin terus bertambah. Khalifah Umar Bin Khatab yang merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah itu, memerintahkan menyembelih hewan ternak untuk dibagi-bagikan pada penduduk.

Ketika tiba waktu makan, para petugas memilihkan untuk Umar bagian yang menjadi kegemarannya: punuk dan hati unta. Ini merupakan kegemaran Umar sebelum masuk islam. “Dari mana ini?” Tanya Umar.

“Dari hewan yang baru disembelih hari ini,” jawab mereka.

“Tidak! Tidak!” kata Umar seraya menjauhkan hidangan lezat itu dari hadapannya. “Saya akan menjadi pemimpin paling buruk seandainya saya memakan daging lezat ini dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk rakyat.”

Kemudian Umar menuruh salah seorang sahabatnya,” Angkatlah makanan ini, dan ambilkan saya roti dan minyak biasa!” Beberapa saat kemudian, Umar menyantap yang dimintanya.

Kisah yang dipaparkan Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya ar-Rijal Haular Rasul itu menggambarkan betapa besar perhatian Umar terhadap rakyatnya.

Kamis, 17 November 2016

Surat Terbuka Untuk Anggun C.Sasmi Tentang Kicauan "Penistaan Agama"


Penyanyi Indonesia yang sudah go international dan berganti kewarganegaraan dari WNI menjadi warga negara Prancis, Anggun C.Sasmi sempat menuliskan kepeduliannya untuk kasus penistaan agama dimana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah ditetapkan sebagai tersangka utamanya.

Sayangnya, apa yang ditulis Anggun bukanlah meredamkan suasana atau setidaknya membuat nyaman dan tenang orang-orang yang membacanya. Tulisan Anggun justru membuat banyak orang mempertanyakan sikap Anggun yang sebenarnya.

Surat Terbuka Untuk Anggun C.Sasmi Tentang Kicauan "Penistaan Agama"

"Banyak yang bersuara atas "dugaan penistaan agama" tapi tak banyak suara atas "aksi teror yang membunuh atas nama agama", Kenapa kemuafikan dibina," tulis Anggun di akun Twitter-nya.

Dari kejadian ini, muncullah surat terbuka yang ditujukan untuk Anggun C. Sasmi menanggapi statusnya yang justru membuat kontroversi. Berikut ini adalah dua isi surat terbuka untuk Anggun yang kami dapat dari situsbersamadakwah dan Detik Forum yang berisi sindiran dan pernyataan tegas dan tajam menanggapi pernyataan Anggun C. Sasmi.

"Apa kabar mbak Anggun? Semoga dalam kondisi sehat dan suara mbak makin merdu serta mendamaikan. Meski mbak kini menjadi warga negara Perancis, saya bangga dengan mbak yang tidak melepas jiwa Indonesia, bangga dengan kejawaan mbak yang santun serta halus pituturnya. Untuk penamaan anak mbak saja tidak mau memakai nama yang kebarat-baratan; Kirana. Nama yang anggun.

Tak hanya tentang keIndonesiaan yang masih melekat pada diri, mbak juga sepertinya mengikuti isu-isu yang lagi hangat di Indonesia dan global. Atas isu-isu itu mbak ikut kritis.

Masih teringat jelas, dulu mbak pernah membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Dalam surat itu mbak Anggun menyebut diri orang yang merasakan emosi yang sangat dalam atas hukuman mati yang menimpa Serge Atlaoui, WN Perancis yang ditangkap di pabrik ekstasi Cikande, Tangerang, pada 2005 lalu. Serge pun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Tangerang dan diperkuat oleh Pengadilan Tinggi. Di tingkat kasasi, hakim MA menjatuhkan eksekusi mati.

Mbak menyebut hukuman mati bukan satu solusi untuk menurunkan tingkat kriminalitas atau untuk menjaga kita dari semua kejahatan. Hukuman mati menurut mbak adalah kegagalan sisi kemanusiaan juga hilangnya nilai nilai hukum keadilan. Terlepas dari vonis hukuman mati, lalu bagaimana mereka yang menjadi korban atas keganasan narkoba yang telah tersebar ke generasi bangsa? Pertanyaaan biasa namun menjadi tanda tanya besar yang menyakitkan.

Selasa, 15 November 2016

Tanda-Tanda Hari Kiamat: Hilangnya Orang Sholeh, Al-Quran, dan Islam


Tanda-Tanda Hari Kiamat: Hilangnya Orang Sholeh, Al-Qur'an, dan Islam

Islam, Al-Quran, dan orang-orang sholeh adalah rangkaian yang tidak bisa dipisahkan. Ketiganya akan hilang sebagai tanda semakin mendekatnya hari kiamat. Kehidupan manusia pun kelak benar-benar bebas.

Rasulullah SAW menyatakan, salah satu tanda-tanda kiamat ialah Allah SWT mengangkat ke langit segala ilmu dengan matinya ulama yang sholeh. Sosok ulama bukanlah semata-mata ahli ilmu. Di samping menguasai ilmu-ilmu yang membawa manusia ke arah takwa, mereka juga konsisten (istiqomah) mengamalkan ilmunya. Sehingga terbina generasi yang mampu bersikap takwa pada masa mendatang.

Dalam keterangan lain yang ditulis Ibnu Katsir lewat kitab An-Nihayah, Rasulullah menjelaskan kepada umatnya bagaimana orang-orang sholeh bisa hilang di akhir zaman. Imam Bukhari meriwayatkannya dengan sanad dari Mardas Al-Islami bahwa Rasulullah bersabda:

“Orang-orang sholeh akan hilang satu per satu, sehingga tinggallah orang-orang sampah seperti gandum dan kurma serta Allah SWT sama sekali tidak mempedulikan keberadaan mereka”. 

Maksudnya yang tersisa hanyalah manusia yang tidak berguna.

Islam Menjadi Agama Asing

Seperti tercatat dalam sejarah, Islam hadir secara perlahan. Setelah Islam tersebar ke berbagai penjuru, pada akhir zaman Islam kembali redup. Pada saat yang bersamaan, kejahatan merajalela, Al-Quran hilang, ilmu (agama) lenyap, dan Allah SWT mencabut nyawa orang-orang yang dalam jiwanya masih ada iman. Orang yang setia pada sunah nabi akan surut jumlahnya. Sementara orang yang melanggarnya secara terbuka bertambah banyak, ada dimana-mana.