Postingan

Senja Orange dan Merah Jambu

Gambar
Pernahkah kamu melihat warna senja di langit yang berwarna orange? Langit senja yang seperti itulah, yang menggambarkan perasaanku padamu. Senja orange itu terasa nyeri sekali. Warnanya membuat aku ingin menangis. Senja orange mendefinisikan sebuah kepergian, tanpa kepulangan. Perpisahan abadi, kematian, rasa pedih.

Coba kamu perhatikan langit saat mulai gelap. Seperti itulah perasaanku padamu. Di satu sisi itu, aku mencintaimu layaknya senja. Aku merasakan pedih menyimpan rasa ini. Aku menahan rindu, sekuat mungkin. Aku membentak hati yang memberontak ingin menemuimu, sekeras mungkin. Aku berusaha berhenti menangis, saat aku tahu kamu kini bahagia tanpa aku.

Iya... aku sesakit ini mencintaimu, seperti raut langit saat senja orange.

Tetapi aku pernah melihat warna langit senja yang berwarna merah jambu. Warnanya lembut sekali. Melambangkan warna yang indah, penuh kasih sayang, cantik, juga manis. Di sisi lain, aku mencintaimu layaknya warna merah jambu. Hatiku masih berdebar-debar sa…

Belajar Move On Dari Sayyid Quthb

Gambar
Dialah Ulama dan Mujahid yang berani mendobrak hegemoni Sosialisme Mesir. Walau kesenangan itu sudah berada di depan matanya. Walaupun tahta sudah siap menampuk tubuhnya. Kursi-kursi dunia itu disediakan untuk Sayyid Quthb, asal ia bersedia mengakui bahwa kedaulatan Islam belumlah final. Bahwa sistem buatan manusia adalah jalan suci. Parlementari merupakan paras molek membangun kejayaan hidup. Namun apa kata Sayyid? Ia menolaknya. Baginya, rasa sosialisme, nasionalisme, bahkan demokrasi lebih pahit dari kehinaan dunia.

Sayyid Quthb menolak menafsirkan kata tauhid hanya sekedar pengakuan lisan bahwa Allah adalah Tuhan. Doktor Sastra dari Darul Ulum ini mempelajari Qur’an lebih mendalam, dan ia menyimpulkan bahwa makna tauhid lebih dari itu.

Baginya tauhid sudah satu paket dengan keharusan menjalankan hukum-hukum Allah (tauhid hakimiyyah) dan menolak bergabung dalam barisan oposisi tauhid. Memaknai tauhid dalam dua jurang antara al-haqq dan al-bathil yang coba disatukan adalah barisan …

Ruang Kosong

Gambar
Ruang itu kosong. Sepi tanpa penghuni. Sedang ketuk-ketukan pintu itu telah menggema berkali-kali. Sayangnya, aku tak juga bersedia membukanya, sekedar bertukar sapa atau persilahkan sejenak duduk di halaman.

Kosong itu begitu aku nikmati. Sengaja aku biarkan percuma tanpa ada penghuninya. Sebenarnya jiwaku meronta, inginkan seseorang datang untuk aku persilahkan. Namun aku terlanjur dalam beku, dalam ketakutan. Tentang kedatangan yang hanya akan ciptakan kepulangan setelahnya, tentang kebersamaan yang hanya akan lahirkan perpisahan, juga tentang harapan yang kelak akan dijatuhkan.

Sepi ini benar-benar aku nikmati. Sedang mereka yang ingin sekali menemani, hanya aku biarkan berdiri menanti senyumku di balik pintu. Sebagian dari mereka ada yang bertahan, tetap setia menunggu di depan pintu. Namun sebagian lagi, mereka yang lelah menunggu memilih pergi tidak lagi mengetuk pintu. Mereka bosan dengan keterdiaman yang aku ciptakan.

Mengapa ruang itu masih kosong? Tidak bisakah ruang itu a…

Kamu dan Puisi

Gambar
Mencintainya bagai menulis puisi.
Ketika ku rajut satu demi satu kata menjadi kesatuan puisi yang utuh,
hatiku bahagia.
Seolah mampu menggenggam langit walau gelap enggan beranjak,
seolah mampu menyelami samudera walau ombak sedang gusar,
seolah mampu mencium rembulan walau purnama belum tiba.
Terlebih ketika aku menuliskan dirinya dalam puisiku,
kata-kata itu menjadi hidup,
menari di hadapanku, dan di atas jemariku.

Seperti itulah diriku mencintainya.
Ketika ku pupuk setiap mili rasa sayang dan kasihku padanya,
hatiku bahagia.
Seolah mampu menghadapi kerasnya dunia hanya dengan menggenggam tangannya,
seolah mampu menatap masa depan bersamanya,
seolah hatinya akan mampu membahagiakanku sebesar aku membahagiakannya.

Aku mencintainya dengan tulusku.
Namun aku lupa...
Aku hanya bisa mencintainya dalam diam,
karena kami kini telah berpisah.
Hanya Allah yang tahu saat aku menangis dan tertawa karenanya.

Aku kehilangan akal, mencintai tanpa memahami hakikat sebuah cinta.
Aku dengan bodohny…

Renungan Kematian

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim...
Ikhwah fillah... masih ingat detik-detik ketika kakek, nenek, saudara, teman, atau mungkin ayah, ibu, atau mungkin juga anak, istri atau suami tercinta meregang nyawanya? Pernahkah berpikir apakah yang mereka rasakan ketika ruh mereka meninggalkan raganya?

Agar kita dapat menerka apa yang mereka rasakan kala itu, cobalah kita kembali mengingat raut wajah mereka, ketika detik-detik terakhir sebelum meninggal dunia.

Apa yang dialami oleh mereka saat itu? Dengan siapa mereka berhadapan? Berikut ini kejadian yang dialami oleh mereka kala itu, (kisah ini dituturkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan Ibnu Majah):

إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ…

Menjelma Menjadi Bayangan

Gambar
Kala hujan,
kamu menjelma menjadi bayangan,
yang membayangi pikiranku
Lalu hatiku berkata: hati-hati di jalan!

Kala hujan,
kamu menjelma menjadi bayangan,
yang membayangi jiwaku
Lalu hatiku berkata: jangan lupa makan!

Kala hujan,
kamu menjelma menjadi bayangan,
yang membayangi hidupku
Lalu hatiku berkata: kamulah harapanku!

Semua berubah ketika kamu berkata bukan,
bukan aku yang tepat menjadi bayanganmu

Perasaanku hambar, sedu-sedan
Air mata jatuh seperti derasnya hujan
Suara deras itulah yang membuatmu selalu aku pikirkan

Dan...
Pada detik-detik kehilangan,
kamu begitu tenang
Barangkali kamu terbiasa dengan sepi,
atau lupa cara bersedih...

Lebih Dari Sekedar Pergi

Gambar
Akulah yang terus mendengarkan diammu,
selagi kamu tidak mendengarkan celotehku

Akulah yang terus melihat tiadamu,
saat kamu tidak pedulikan pencarianku

Akulah yang terus mengenangmu,
ketika kamu menyerah untuk mengingatku

Jarak itupun makin melebar,
kian tak terukur
Bahkan kini kamu telah lebih jauh,
dari sekedar pergi

Dan...
Dalam diam, aku berjuang...

Warna Sedihku

Gambar
Pernah mendengar bisikan air laut?
Tentang sebuah perasaan, yang dapat menyaingi dalamnya samudera
Cinta, sabdanya...

Pernah membaca aksara matahari?
Tentang sebuah perasaan, yang dapat melebihi luasnya langit
Cinta, tulisnya...

Dan sebelum air laut berbisik, sebelum matahari menciptakan kata-kata,
aku telah memperlihatkan padamu sebuah goresan berbagai warna
Cinta, ucapku...

Kini.. aku tertampar oleh masa
Aku terhenyak dalam diam dan luka
Ternyata benar, tak ada cinta untukku di sana

Aku meminta semesta mengartikan, tetapi tak berhasil
Biarkan waktu yang menunjukkan, ujarnya...
Karena dari beribu detik yang lalu saja, aku tidak pernah diperbolehkan masuk ke sana, ke hatimu..
Karena dari beribu detik yang lalu saja, kamu membiarkan cinta ini memendam dirinya sendiri hingga sesak, kemudian mati..

Aku lelah... sangat
Seandainya aku tahu cinta sesakit ini,
aku tak akan pernah membiarkan diri ini melukiskan warna untukmu
seandainya aku tahu cinta sepedih ini,
aku tak akan pernah membiark…

Kisah Nasi Putih

Gambar
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan. Dia menunggu sampai tamu sudah agak sepi, lalu dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam.

"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih" Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih kemudian membayar, dia berkata dengan pelan: "dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya?"

Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum: "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar!"

Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir: "kuah sayur itu gratis."

Lalu dia memesan semangkuk lagi nasi putih.

"Semangkuk tidak cukup anak…

Mencintai Sampai Ajal Menjemput

Gambar
Saya menemukan foto tersebut di instagram. Mata saya takjub dan hati saya bergetar baper karenanya. Sungguh ini pemandangan indah yang nyata. Pandangan saya untuk beberapa saat terpaku di sana. Saya terus memandanginya. Sebuah pemahaman batin terpercik menyala dalam alam renungan.

Kakek nenek ini, saya yakin untuk sampai pada fragmen menggetarkan yang sempat terekam kamera ini, tentu telah melewati perjalanan kehidupan pernikahan yang panjang dan tidak datar-datar saja. Saya yakin, samudera rumah tangga yang telah mereka arungi bukanlah samudera yang tenang dan tanpa disertai ombak yang bahkan membadai. Saya yakin, kehidupan bersama mereka setelah akad nikah, bukanlah pernikahan yang sama sekali tidak pernah ada tercecer bahkan tumpah ruah airmata di dalamnya. Saya yakin, mereka telah mengalami turbulansi kehidupan yang tidak mudah, mereka telah melalui rute pendakian hidup yang terjal dan berbahaya. Saya yakin, mereka telah pernah (barangkali) hampir sekarat melalui ujian demi ujian…