Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Sejarah Perayaan Tahun Baru Masehi

Gambar
Setiap malam tanggal 31 Desember menjelang pergantian malam tahun baru masehi, milyaran orang di penjuru dunia merayakan malam pergantian tahun dengan berbagai macam perayaan, seperti pesta kembang api, meniup terompet, pertunjukkan musik, dan aneka pesta lainnya. Bahkan di negeri kita Indonesia ini, yang mayoritas penduduknya adalah muslim, juga tidak kalah hebohnya pesta perayaan tahun baru yang terjadi setiap tahunnya.

Sebenarnya apa yang sedang kita rayakan? Adakah dasar kuat yang menjadikan tahun baru masehi menjadi sebuah perayaan? Pertanyaan simple, tetapi kebanyakan dari kita tidak memahami atau belum memahaminya.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Q.S. Al Israa (17) : 36)

Merujuk pada ayat tersebut, sebagai seorang muslim wajib bagi kita berpikir dan mencari tahu lebih jauh mengenai perayaan tahun baru masehi. Apa sebenarnya dasa…

Ketika Wanita Rindu Menikah...

Gambar
Ketika wanita rindu menikah,
masihkah tegar dan tenang menghadapinya?
masihkah merasa bahagia dalam menjalaninya?

Ketika wanita rindu menikah,
rindu menunggu sang pangeran hati...
Ketika wanita rindu menikah,
jantung berdebar menanti datangnya sang pendamping hati...

Dia tak berharap laki-laki yang sempurna,
namun dia merindukan laki-laki yang bisa saling menyempurnakan...
Rasa rindu dan gelisah berubah jadi bait-bait doa dan permohonan pada Yang Maha Kuasa
Cintanya hanya untuk DIA,
dia tundukkan pandangan dan jaga selalu hati dan dirinya...

Ketika wanita rindu menikah,
hanya sabar, sabar, dan sabar yang selalu ada dalam dirinya…
Karena dia yakin Tuhannya tak akan pernah mengecewakannya,
dan kapan waktu yang tepat dan terbaik baginya untuk bersama dengan imamnya...

Kebenaran yang Bisu

Gambar
Tatkala Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, salah seorang sahabat Rasul, Abu Dzar Al Ghifari menghadap Rasul dengan membawa rombongan orang-orang dari kabilah Ghifar dan kabilah Aslam yang sudah masuk Islam. Karena saking banyaknya, orang-orang yang melihat sempat mengira apa yang dilihatnya adalah pasukan orang-orang musyrikin. Tapi, ternyata yang memimpin rombongan tersebut adalah Abu Dzar.

Melihat kehadiran rombongan yang dipimpin Abu Dzar, Rasulullah SAW pun menyambut mereka dengan menyatakan: “Kabilah Ghifar telah diampuni oleh Allah” dan “Kabilah Aslam telah diberi keselamatan dan kesejahteraan oleh Allah”. Sedangkan secara khusus kepada Abu Dzar, Rasulullah SAW menyatakan: “Tidak akan pernah diketemukan di kolong langit ini seorang manusia yang sangat benar ucapannya, sangat tajam, dan sangat tegas dalam hal mengucapkan kebenaran kecuali Abu Dzar”.

Jika Rasulullah SAW yang menyatakan hal tersebut, tentu merupakan jaminan kebenaran apa yang telah dinyatakannya. Pertanyaannya, ken…

Berpikir Pada Level 7

Gambar
Berpikir adalah sebuah aktivitas yang dimulai dari mendapatkan informasi atas sebuah fakta melalui pancaindera, kemudian menghubungkannya dengan informasi yang telah disimpan sebelumnya di dalam otak. Oleh karena itu, ada tiga hal mendasar yang menentukan kualitasnya:
1. Kualitas informasi fakta
2. Informasi yang disimpan sebelumnya
3. Bagaimana menghubungkannya.

Kalau saja aktivitas berpikir boleh kita bikin levelingnya, maka yang terendah adalah level 0 yaitu berpikir IRRASIONAL. Pada orang yang berpikir irrasional, satu atau lebih hal mendasar yang menentukan kualitas berpikirnya, mengalami masalah. Mungkin informasi fakta yang diterimanya tidak akurat, atau informasi yang disimpan sebelumnya tidak lengkap, atau menghubungkannya terburu-buru. Jadi, pada level 0 ini, boleh jadi informasi faktanya benar, atau informasi yang disimpan sebelumnya juga benar, tetapi kesimpulan yang dihasilkannya sebenarnya tidak nyambung.

Jadikan Dirimu Seperti Pohon

Gambar
Ada suatu kisah, dimana seorang ayah dan puteranya sedang melakukan perjalanan. Ketika diperjalanan terlihat ada sebatang pohon kayu nan tinggi, yang ternyata menjadi hal menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

“Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

“Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya.

“Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

“Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

Inilah Cara Berpakaian Istri Rasulullah SAW

Gambar
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Hal itu semua merupakan ayat-ayat Allah, supaya mereka berdzikir mengingat-Ku” (QS. al-A’raf : 26).

Sahabat muslimah, Allah telah memberikan kita nikmat berpakaian, bahkan saat ini ada banyak jenis pakaian muslimah. Ada banyak motif, aneka warna, beragam model, dan pilihan harga. Tetapi sesunguhnya, sudah tahukah bagaimana kebiasaan istri Rasulullah dalam berpakaian?

Sebagaimana Rasulullah SAW yang terbiasa memakai pakaian bertambal dari bahan yang kasar, keluarga beliau pun memakai pakaian yang amat sederhana. Urwah bin Zubair berkata, “Aisyah tidak suka memperbarui bajunya (menggantinya dengan baju baru) melainkan menambalnya atau membaliknya.”

Semua pakaian istri Rasulullah SAW harganya sangat murah, sehingga Hasan al-Bashri pernah memperkirakan harga muruth (pakaian yang dibalutkan ke tubuh) istri beliau h…

Senja Yang Terlampau Tua

Gambar
Kita berjauhan karena jarak yang telah Allah rencanakan
Cinta ini utuh tak tersentuh
Menunggu waktu kita bertemu,
dibawah langit yang sama kita menatap

Berkali-kali rindu kuhantam
Gemuruh riuh debarannya
Sampai kapan kita dipermainkan jarak
Sampai hati tak lagi menyepi,
atau sampai kaki tak kuat menopang tubuh yang ringkih

Uringku semakin hari tak mampu ku relai
Elegiku merintih-rintih menanyai pagi
Sebab disana embun selalu membasuh wajah hari
Menyentuh kulit verbena warna warni

Ini hanya tentang menunggu yang mengabu
Tentang kita: jarak, waktu, rindu, dan penantian yang menyamar
Dimana cinta terasa hampa
Rindu membeku seakan mati rasa

Kisah Wanita Cantik Yang Menggoda Seorang Ulama

Gambar
Kisah ini terjadi pada abad pertama hijriyah, di zaman tabi’in.

“Wahai suamiku, adakah di Makkah ini laki-laki yang jika melihat wajah cantikku ini ia tidak tergoda?” tanya seorang istri kepada suaminya, sambil bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan yang terpantul di kaca itu.

“Ada.” Jawab sang suami.

“Siapa?” tanya istrinya.

“Ubaid bin Umair. “Jawab sang suami.

Sang istri diam sejenak. Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya akan mampu menggoda laki-laki itu.

“Wahai suamiku,” katanya merayu, “Bolehkah aku membuktikan bahwa aku bisa membuat Ubaid bin Umair bertekut lutut di depanku?”

Sang suami terkejut dengan permintaan ekstrem itu, tetapi ia sendiri juga merasa rencana istrinya itu akan menjadi sesuatu yang menarik, untuk menguji keshalihan seorang ulama. “Silahkan, aku mengijinkanmu.”