Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi kehidupan

Siapa Aku dan Siapa Diriku?

Gambar
Siapa aku dan siapa diriku? Apakah aku adalah diriku? Apakah diriku bukanlah aku? Jika aku adalah diriku, dan sebaliknya diriku adalah aku, mengapa tidak sedikit dari kita yang menolak diriku sebagai aku? Pernahkah mendengar ungkapan seperti, "maaf, aku tidak bermaksud demikian" Bila, aku tidak bermaksud melakukan sesuatu, jadi siapa yang melakukan itu? diriku tapi bukan aku, benarkah? Setidaknya, sampai di sini aku bisa dipahami berbeda dengan diriku, karena aku tidak selalu sejalan dengan diriku Karena itu, siapa aku dan siapa diriku?

Indahnya Sakit Ini

Gambar
Ya Allah Ya Rabbku... Jangan pernah Engkau biarkan diri ini berputus asa, bila kaki ini tersandung dan aku terjatuh dalam lubang yang besar Jangan pernah Engkau biarkan diri ini bersedih, bila anak panah yang mematikan datang menyerangku, dari orang yang sangat dekat dengan hati ini Jangan Engkau biarkan aku bernaung di atas reruntuhan gedung, bila sekelompok kelelawar telah menghuninya, dan kegelapan telah menghampirinya Janganlah Engkau biarkan diri ini melihat lagi, pada lembaran lembaran yang telah kering dan layu, yang dirusak oleh penderitaan dan keterasingan

Belajar Dari Angin

Gambar
Angin, aku hargai kau telah menghiburku Tidak ingin aku berlama-lama larut dengan gelapnya malam, dan terombang-ambing oleh kelamnya awan Angin, tolong katakan pada bintangku Ingin aku mengajaknya bernyanyi, tentang arti ketulusan hati Angin, ini untuk yang terakhir kalinya Biarkan aku menjelajah angkasa, untuk membuka semua tabir gelap kehidupan Dimana semuanya serba tulus Dimana semuanya serba ikhlas Dimana semuanya penuh kerelaan Tanpa pamrih dan pengharapan...

Cahaya di Atas Cahaya

Gambar
Tersudut di tengah kebisingan Suara hati tak lagi bermakna dan terdengar Hiruk pikuk ambisi kalahkan nurani Kesombongan menjadi dewa mereka Berdiri di kegelapan tanpa dasar, tanpa ditemani lilin kebenaran Kerinduan membuncah rasakan hangatnya senyuman, tetapi api kekecewaan padamkan semua angan Seperti hujan ditengah kemarau panjang, yang dinantikan setiap hembusan napas ini Antara ada dan tiada tak pernah terjawab Antara cinta dan benci tak terjamahkan Sekali lagi ungu menundukkan kepalanya ke lily itu, Sekali lagi mawar itu mengoyak mati gaunnya sendiri Sekali lagi hal itu terjadi dalam tidurku Untuk melihat wajahmu dalam kerumunan orang lain, atau sendirian di jalan menakutkan...