Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Pena Hitamku

Gambar
Seperti tertancap ribuan paku Terasa nyeri kepala Luar biasa sakit menembus otak Membuat terjerembab di ranjang Bukan sekedar sakit kepala Tetapi sakit yang merambat hingga ke jiwa Jika aku tertawa bahagia, sakit ini sirna Jika aku terdiam dalam sedih, sakit ini menyerang Senyumku telah hilang Yang tersisa hanya suasana tegang Tersudut aku dalam sakit ini Terpojok aku pada keadaan tak berdaya Hingga pada akhirnya... Aku ajak dirimu memanjat sebuah bukit Kamu harus siap untuk lelah, kataku Aku ajak dirimu berenang ke samudera Bukan sekedar gelombang dan air asin yang harus kamu rasakan Sebenarnya... aku ajak dirimu untuk mengerti aku

Melodi Hati

Gambar
Tapak demi tapak lalui jalan ini Sendiri ditemani suara hati Aku ingin menggambar di langit, tapi tak di ijinkan Mungkin aku bukan orang terpilih... Terus berjalan mencari sandaran hati yang hakiki Selama ini hanya ada kesemuan Di langit aku tak punya tempat Di tanah aku tak bisa berpijak Sayapku patah lelah mencari tempat...

Tak Ada Jodoh

Gambar
Lelah dengan cinta Makin terasa asing dihati Hanya kebekuan yang terasa Tak saling mengenal walau bertahun-tahun bersama Rasa nyaman itu telah hilang Hanya luka yang didapat tiap saling bersuara Mungkin sudah saatnya menyadari, bahwa jodoh tidak berpihak Percuma dipaksa karena nyata dimata Yakinlah ini yang terbaik untuk semua Cinta sejati pasti diketemukan diluar sana, saat rasa ikhlas melepaskan bisa diterapkan

Kidung Malam

Gambar
Berteman sepi, aku sendiri Bercengkrama dengan angin malam Udara dingin menjadi teman Bersenandung bersama bulan dan bintang Bercanda dengan kunang-kunang Langit menjaga dengan gagahnya Diam-diam hati merintih, rindu dengan hangatnya kasih Selimut hati yang tak bisa terbeli Mencoba menghibur diri dengan berbesar hati Doa sepertiga malam ini miliki arti: hapuslah air mataku ya Rab... aku hanya ingin dimengerti dan dihargai

Zikir Cinta

Gambar
Temaram malam hening disudut kalbu Mengingat-Mu dengan seluruh Aku bersujud kepada-Mu, kepada yang khaliq, kepada yang zat, kepada yang ghoib Dalam hembusan nafasku, kencangnya degup jantungku, jauhnya pandangan mataku Dalam indahnya pendengaranku, banyaknya ucapan-ucapan lidahku Dalam sempurnanya akalku, dalam yang tak terhingga, dan dalam yang tak terhitung

Dinda (Anarki Biru Say's)

Gambar
Dinda... Dimana kau tersenyum disitu kebahagiaan tercipta, malaikat pun tersipu jika kau tersenyum Dinda... Tak ada batasan untuk kau tersenyum, aku hanya satu dari orang-orang yang merindukan engkau tersenyum Dinda... Saat ini aku melihat senyummu, membaca kata tanpa suara dengan tersipu

Secarik Doa Merpati Yang Terluka

Gambar
Tertunduk rembulan di ujung malam, menatap gelap dalam kesunyian. Dingin menyelimuti kebekuan hati, yang terlarut di rintik hujan. Para penyair bersuara lantang, melagukan derita merpati yang terluka. Menatap jauh ke angkasa berharap kembali terbang jauh, meninggalkan secarik harapan yang tersisa. Ruang-ruang waktu seakan semakin membuat terluka, tanpa detik yang beriring. Perlahan berjalan dengan satu sayap terbalut tangis, menerobos keputus asaan atau berhenti sampai disini.

Tentang Kita

Gambar
Aku dan kamu ibarat sebuah buku Kita masih menjadi tokoh dalam cerita yang berbeda Masih berada di rak buku yang dipisahkan jarak Masih diletakkan dalam perpustakaan yang berseberangan Masih bersanding dengan dunia masing-masing Lalu pada akhirnya nanti... kita dipertemukan, diceritakan, diabadikan, dalam satu tulisan yang sama

Jauh Cinta

Gambar
Aku mengagumi wajahmu Aku mencintai hatimu Aku luluh akan pengorbanan dan kesabaranmu Apakah aku pantas untukmu? Kita berbeda, bagai bumi dengan langit Dirimu terkadang tak terjangkau olehku Walau aku berusaha keras, tetap saja langkahku semakin mundur

Bertahan Dalam LDR

Gambar
Malam ini langit terang Bulan dan bintang bermain bersama Angin semilir menghangatkan raga Semua mata berbinar bahagia Tetapi... Disudut yang tersembunyi, ada wajah yang bersedih Ternyata sedang meratapi cintanya yang menyedihkan Rasa rindu yang tersampaikan, pada pujaan hati yang terpisahkan Jarak, langit, bumi tak tertembus olehnya

Sendiri Rasai Diri

Gambar
Kosong... Seperti angka nol yang hanya berputar tanpa jalan keluar Hampa... Seperti padang pasir yang rindukan air Sunyi... Seperti jalanan tanpa kendaraan Aku harus bagaimana hadapi hati ini? Kamu terkadang begitu paham, terkadang tidak mengenal Masih disini tak bergeming, sementara sang waktu telah menyempit Perlahan terhimpit oleh rasa yang semakin menyekik

Marah...

Gambar
Ingin rasanya kupatahkan semua Ingin rasanya kuhancurkan semua Ingin rasanya kumaki semua Ingin rasanya kuleburkan semua Namun apa guna itu semua... Berat rasa hati beri ampunan Berat rasa hati memaafkan Berat rasa hati melupakan Berat rasa hati melewatkan Namun apa guna kekesalan...

Diriku Bukan Diriku

Gambar
Apa yang kulihat di cermin? Wajah letih... Tatapan kosong... Tiada Senyum... Sungguh aku tidak mengenalnya! Apa yang terjadi denganku? Kenapa ada bayangan gelap di cermin itu? Hanya kehampaan yang ada Berkaca pada air mata Tak ada lagi semangat, yang ada hanya kelayuan diri

Antara Kita Ada Dia

Gambar
Pegang tanganku, jangan lepaskan Temani aku, jangan menghilang Pahami aku dengan cinta, bukan dengan teori Lelah ingin bersandar, tapi tidak ada tempat Tersenyum dalam duka, saat melihatmu berkisah tentang mereka Mencoba mengaburkan air mata, saat memikirkan kalian Kenapa takdir menumpahkan warna hitam? Padahal aku menulis jalanku dengan tinta putih Ketulusan bersembunyi dalam kegelapan Menelan semua rasa yang ada Walau semua meninggalkan makna, di hati masih tertulis nama...

Tidak Kutemukan Surga di Bawah Kakimu

Gambar
Hitam... Hanya kegelapan yang terlihat Sunyi... Bercermin pada kaca retak, hanya tatapan kosong Diam... Hanya itu yang kuinginkan dari kalian Pergi... Hilang bersama hujan, terbawa air yang basahi jiwa Aku tidak pernah meminta nyawa ini... Kenapa kalian memintaku membayar napasku? Kata-kata tersekat di kerongkongan itu lebih baik, daripada kalian mendengar bait-bait kepahitan hidup dariku Kamu sang malaikat hati, hanya bisa bicara kebaikan, karena dirimu tidak menjadi diriku Hanya teori semu yang kau lontarkan...

Cintaku Terlalu

Gambar
Keheningan menjadi teman Ingin menjamah tapi tak tergapai angan Dekat di hati, tapi jauh di pelupuk mata Ketakutan hinggapi diri, akan sosok yang menjauh Walau hatinya selalu mengatakan cinta, tapi ketenangan hati tak kudapatkan Aku tidak takut akan perpisahan, tapi kehilangan belahan jiwa yang kusedihkan Aku tidak bisa mencintai kamu dengan sederhana, karena aku terlalu cinta Tanpamu aku rapuh dan perlahan layu Apakah begitu sulit untuk memahamiku?

Meraba Dirinya

Gambar
Detik jam jelas terdengar di telinga Mata memandang langit-langit kamar mencari jawaban Hanya hening yang kudapatkan Hatimu tak lagi membaca... Sikapmu tak lagi terbaca... Berulang kali aku memanggil hanya ada diam Ternyata tetap menjadi rasa dalam kata...

Kenapa Aku?

Gambar
Sayangku kemarilah... Akalku, pikiranku selalu padamu Kasihku datanglah... Tanyakanlah kabarku hari ini Kau disana dengan mereka... Aku disini sendiri menunggu Seperti orang bodoh selalu melihat HP... Kenapa aku seperti ini? Mencemburui mereka yang bisa bersamamu

Aku dan Cintaku

Gambar
Mataku hanya melihat dirimu Hatiku hanya tertuju padamu Pikiranku hanya memikirkanmu Tapi... Hanya aku seorang Bagai timbangan yang tak seimbang Tak tergapai angan Ada dalam kesunyian dan tiada dalam keramaian Raga lelah berharap rembulan jatuh di kaki Angan melemah secara perlahan Dan kau... Masih tidak pahami dan mengerti

Kado Terindah

Gambar
Malam pekat Dingin tak bersahabat Hening sunyi dan aku terjaga diantaranya Kenapa setan selalu menghampiri disaat aku sendiri? Menjejaliku dengan berbagai suku kata Aku bingung mengartikannya Sudah...jangan ganggu aku