Waktuku Telah Habis
Aku tak punya kenangan, untuk membuka percakapan Hanya ada bunga yang terus tumbuh, sementara kesempatan sudah mulai lumpuh Di manakah diriku? selain memudar dalam fiksi-fiksi yang gagal Aku tak menemukan kuburku di setiap rumah Pikiranku menjadi hantu, tak bisa kembali ke mana-mana Lihatlah, betapa banyak yang mereka ambil dari diriku Aku bahkan tak bisa memiliki airmataku sendiri, yang meluncur deras dan menenggelamkan seluruh kota Waktuku telah habis Aku belum mengucap kata perpisahan padamu Aku telah mengingkari janjiku Aku telah mengundang derai untukmu Waktuku telah hilang, padahal kau setia mendampingiku Meski harus tragis, aku harus menghilang dari nyata Maafkan atas ketidakwarasanku... dimana aku lebih nyaman menyentuh dinding tembok yang dingin, daripada memeluk hangat tubuhmu Maafkan atas ketidakwarasanku... dimana aku lebih menikmati mengecup duka, daripada mengecup lembut bibirmu Maafkan atas ketidakwarasanku... dimana aku lebih memilih hi...