Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi perpisahan

Waktuku Telah Habis

Gambar
Aku tak punya kenangan, untuk membuka percakapan Hanya ada bunga yang terus tumbuh, sementara kesempatan sudah mulai lumpuh Di manakah diriku? selain memudar dalam fiksi-fiksi yang gagal Aku tak menemukan kuburku di setiap rumah Pikiranku menjadi hantu, tak bisa kembali ke mana-mana Lihatlah, betapa banyak yang mereka ambil dari diriku Aku bahkan tak bisa memiliki airmataku sendiri, yang meluncur deras dan menenggelamkan seluruh kota Waktuku telah habis Aku belum mengucap kata perpisahan padamu Aku telah mengingkari janjiku Aku telah mengundang derai untukmu Waktuku telah hilang, padahal kau setia mendampingiku Meski harus tragis, aku harus menghilang dari nyata Maafkan atas ketidakwarasanku... dimana aku lebih nyaman menyentuh dinding tembok yang dingin, daripada memeluk hangat tubuhmu Maafkan atas ketidakwarasanku... dimana aku lebih menikmati mengecup duka, daripada mengecup lembut bibirmu Maafkan atas ketidakwarasanku... dimana aku lebih memilih hi...

Kasih Tak Sampai

Gambar
Kuseret langkah dengan daya yang sekedarnya Mencoba menutup luka yang segar menganga Selintas kenangan, maka bertambah satu sayatan Duka yang entah dimana tepinya Pengorbanan yang kerap di abaikan Perjuangan yang kosong tak berbekas Ketulusan dibalas basa basi menyesatkan Kesucian yang di rampas penghianatan Tak akan kupaksakan untuk menghapus tragedi merah itu Biar saja semua tetap ada di halaman terdepan ingatanku Supaya jelas terbaca saat aku lupa Kasihku tak sampai, bahkan tak setengah jalan Waktu terus berputar teratur sesuai kehendak-Nya Ukiran-ukiran kisah semakin rapi tertata Indah disaksikan saat dua mata kita saling berpaut Namun satu tujuan tak sempat di ikrarkan bersama Saat jatah waktu telah usai untuk kita Tak ada lagi kisah yang terkisahkan Saat langkah tersisa satu hasta Kasih kita ternyata tak pernah sampai Mohon di maafkan untuk mulutku yang tak kesatria Hanya bisa seperti ini... Aku hanya bisa melihatmu dari jauh saja Aku tak berani...

Bidadari Malam Telah Berpulang

Gambar
Lihatlah dia, berjalan sendiri menyusuri malam Tanpa teman, ditemani lawan Kakinya yang telanjang menyentuh bumi dengan ringan, seolah tanpa beban Dia menjauhi orang-orang yang dikasihinya, agar mereka bahagia tanpa cerita pahitnya Saat hendak memasuki lorong gelap, dia menghentikan langkah dan tertegun, terbesit was-was di hati, apakah dia mampu menembus lorong itu tanpa sepercik cahaya? Dia telah meninggalkan lilinnya ditempat yang seharusnya untuk berpijar Akhirnya perlahan-lahan dia mulai berjalan masuk ke dalam lorong Hanya ada gelap, tanpa warna Hanya ada kebisuan yang abadi, tanpa harmoni Karena lelah dia jatuh tersungkur, wajahnya menyiratkan keletihan yang mencapai puncaknya Matanyapun menerawang, mencoba menembus semua kenangan Jantungnya berdetak kencang, saat keindahan menyeruak hadir di hatinya yang beku Senyumnya tersungging, saat bibirnya memanggil sebuah nama Diapun akhirnya memejamkan mata, agar hanya paras yang indah itu terus terlihat Ent...

Sayang, Aku Harus Pergi

Gambar
Aku harus pergi... Entah menembus malam, entah membelah sunyi, entah menyambut matahari, entah menjemput bulan yang hadir separuh Aku harus menanggalkan selimut yang membalut tubuh Entah aku sanggup menantang malam dingin, entah aku bisa mengayun langkah yang bergayut bayanganmu Aku sudahi lagu nina bobo yang baru sepenggal Entah dapat menidurkanmu sebelum aku pergi, entah membuatmu terjaga setelah aku berlalu Biarlah aku pergi... Agar kita tetap dapat merasakan bahwa hidup ini juga milik kita, agar mereka yang dititipkan pada kita dapat berdiri tegak dengan dadanya sendiri, agar senyum di bibir tetap merekah meskipun kerak kerap kali melukainya

Pamit Tanpa Suara

Gambar
Terbaring di pembaringan Sinar lampu hijau redup jadi teman setia Saat ingatan tak lagi tajam, gerak tak lagi lincah, suara tak lagi lantang, mata tak lagi berbinar, senyum tak lagi mengembang Apa yang terjadi gerangan? Apakah tubuh begitu ringkih menahan beban kehidupan yang tak pernah diundang? Apakah otak tak mampu menstimuli rangsangan dunia hingga tubuh perlahan melemah dan bersiap menghilang? Entahlah... Nyaman di kegelapan hindari sinar terang Tenang di kesunyian hindari kebisingan dan kepadatan Apakah ini pertanda bahwa jiwa telah siap tinggalkan raga?