Postingan

Menampilkan postingan dengan label kisah inspiratif

Kisah Nasi Putih

Gambar
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir didepan sebuah rumah makan. Dia menunggu sampai tamu sudah agak sepi, lalu dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk kedalam. "Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih" Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya. Ketika pemuda ini menerima nasi putih kemudian membayar, dia berkata dengan pelan: "dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya?" Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum: "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar!" Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir: "kuah sayur itu gratis." Lalu dia memesan semangkuk lagi nasi putih. "Semangkuk...

Mencintai Sampai Ajal Menjemput

Gambar
Saya menemukan foto tersebut di instagram. Mata saya takjub dan hati saya bergetar baper karenanya. Sungguh ini pemandangan indah yang nyata. Pandangan saya untuk beberapa saat terpaku di sana. Saya terus memandanginya. Sebuah pemahaman batin terpercik menyala dalam alam renungan. Kakek nenek ini, saya yakin untuk sampai pada fragmen menggetarkan yang sempat terekam kamera ini, tentu telah melewati perjalanan kehidupan pernikahan yang panjang dan tidak datar-datar saja. Saya yakin, samudera rumah tangga yang telah mereka arungi bukanlah samudera yang tenang dan tanpa disertai ombak yang bahkan membadai. Saya yakin, kehidupan bersama mereka setelah akad nikah, bukanlah pernikahan yang sama sekali tidak pernah ada tercecer bahkan tumpah ruah airmata di dalamnya. Saya yakin, mereka telah mengalami turbulansi kehidupan yang tidak mudah, mereka telah melalui rute pendakian hidup yang terjal dan berbahaya. Saya yakin, mereka telah pernah (barangkali) hampir sekarat melalui ujian demi ...

Kisah Suami-Istri di Atas Perahu

Gambar
Seorang lelaki baru saja menikah dan sedang pulang ke rumah bersama istrinya. Mereka menyeberangi sungai menggunakan sebuah perahu, lalu tiba-tiba badai besar muncul. Lelaki itu seorang pejuang, ia tampak tenang. Namun istrinya tampak begitu ketakutan, karena tidak terbiasa dengan suasana yang mencekam. Yang mereka tumpangi adalah sebuah perahu kecil, sedangkan badai begitu besar. Dengan kondisi begitu mereka bisa saja tenggelam. Tetapi lelaki itu duduk diam dan tenang, seperti tidak terjadi apapun. Sambil gemetar istrinya bertanya, “Tidakkah kamu takut? Ini mungkin saat terakhir dalam hidup kita! Kita mungkin tidak akan sampai ke tepian. Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan kita, tanpa itu pasti kita akan mati. Apakah kamu tidak takut? Kenapa kamu diam seperti batu?” Lelaki itu tersenyum dan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Istrinya tambah bingung dibuatnya. “Apa yang dilakukannya?”, pikirnya dalam hati. Sesaat kemudian, lelaki itu menempelkan pedang di dekat lehe...

10 Tahun Aku Membencinya, Tetapi Sepanjang Sisa Hidupku Aku Mencintainya

Gambar
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Setelah menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yan...

Antara Wortel, Telur, dan Kopi

Gambar
Seorang gadis mengadu pada neneknya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu, dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang, dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, maka akan timbul masalah baru. Neneknya mengajak cucunya menuju dapur. Diisinya tiga buah panci dengan air, dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih. Dua puluh menit kemudian, kompor-kompor dimatikan oleh sang nenek. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang nenek memandang cucunya sambil berkata: ”Katakan, apa yang kamu lihat”. Cucunya pun menjawab: “Wortel, telur, dan kopi”.

Jadikan Dirimu Seperti Pohon

Gambar
Ada suatu kisah, dimana seorang ayah dan puteranya sedang melakukan perjalanan. Ketika diperjalanan terlihat ada sebatang pohon kayu nan tinggi, yang ternyata menjadi hal menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut. “Anakku,” ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya. Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius. “Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?” lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih batang pohon di dekatnya. “Menurutku, pohon bisa jadi tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang kesejukan udara,” jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian. “Bagus,” jawab spontan sang ayah. “Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon,” tambah sang ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

Kisah Wanita Cantik Yang Menggoda Seorang Ulama

Gambar
Kisah ini terjadi pada abad pertama hijriyah, di zaman tabi’in. “Wahai suamiku, adakah di Makkah ini laki-laki yang jika melihat wajah cantikku ini ia tidak tergoda?” tanya seorang istri kepada suaminya, sambil bercermin. Ia sangat mengagumi kecantikan yang terpantul di kaca itu. “Ada.” Jawab sang suami. “Siapa?” tanya istrinya. “Ubaid bin Umair. “Jawab sang suami. Sang istri diam sejenak. Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya akan mampu menggoda laki-laki itu. “Wahai suamiku,” katanya merayu, “Bolehkah aku membuktikan bahwa aku bisa membuat Ubaid bin Umair bertekut lutut di depanku?” Sang suami terkejut dengan permintaan ekstrem itu, tetapi ia sendiri juga merasa rencana istrinya itu akan menjadi sesuatu yang menarik, untuk menguji keshalihan seorang ulama. “Silahkan, aku mengijinkanmu.”

Kisah Umar dan Keprihatinannya Pada Rakyat Miskin

Gambar
Krisis itu masih melanda Madinah. Korban sudah banyak berjatuhan. Jumlah orang-orang miskin terus bertambah. Khalifah Umar Bin Khatab yang merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah itu, memerintahkan menyembelih hewan ternak untuk dibagi-bagikan pada penduduk. Ketika tiba waktu makan, para petugas memilihkan untuk Umar bagian yang menjadi kegemarannya: punuk dan hati unta. Ini merupakan kegemaran Umar sebelum masuk islam. “Dari mana ini?” Tanya Umar. “Dari hewan yang baru disembelih hari ini,” jawab mereka. “Tidak! Tidak!” kata Umar seraya menjauhkan hidangan lezat itu dari hadapannya. “Saya akan menjadi pemimpin paling buruk seandainya saya memakan daging lezat ini dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk rakyat.” Kemudian Umar menuruh salah seorang sahabatnya,” Angkatlah makanan ini, dan ambilkan saya roti dan minyak biasa!” Beberapa saat kemudian, Umar menyantap yang dimintanya. Kisah yang dipaparkan Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya ar-Rijal Haular Rasul it...

Wanita di Pintu Surga Itu...

Gambar
Alkisah tersebutlah seorang wanita yang dikenal taat dalam menunaikan ibadahnya. Bahkan ia seringkali menambahnya dengan ibadah-badah Sunnah. Namun sayang beribu sayang, ia berat untuk menutup auratnya. Hijab seolah enggan mendekat pada tubuhnya, sama halnya dengan dirinya yang acuh tak acuh pada jilbab. Acapkali ketika ia disentuh, “Ukhti yang cantik, Ukhti Insha Allah akan semakin cantik jika ia berhijab.” Namun berulangkali pula ia hanya tersenyum simpul dan berkata, “Insha Allah. Yang penting hatinya dulu yang berhijab.” Suatu malam dalam buaian pelukan mimpi, wanita ini tengah berada di sebuah taman. Indah di pandang. Perpaduan keelokan bunga-bunga di taman yang bermekaran, dipadu padan hijau-hijau asri sang rumput. Semilir angin berhembus menyejukan, sungai-sungai mengalir begitu jernihnya. Seolah-olah ia cermin laiknya dalam kisah singgasana Sulaiman. Damai, tentram menyapa. Wanita itu merasa nyaman berada disana.

Pesan Sebuah Tulang

Gambar
Sudah berhari-hari orang Yahudi itu berjalan menuju Madinah. Ia ingin menemui Khalifah Umar bin Khattab, Amirul Mukminin. Ia banyak mendengar kabar bahwa bahwa Amirul Mukminin seorang yang terkenal bersungguh-sungguh menegakkan keadilan. Jauh-jauh ia datang dari Mesir dengan sebuah harapan, Khalifah mau memperhatikan nasibnya yang tertindas. Baru ketika matahari condong ke barat, ia tiba di Madinah. Walaupun badannya terasa letih, namun air mukanya tampak berseri. Ia gembira telah sampai di negeri Amirul Mukminin yang aman. Dengan tergopoh-gopoh, orang Yahudi itu memasuki halaman rumah Umar bin Khattab, lalu meminta izin pada prajurit yang sedang berjaga. “Jangan-jangan, Khalifah tidak mau menerimaku” katanya dipenuhi rasa cemas. Ia menunggu di luar pintu. Prajurit masuk menemui Khalifah Umar. “Wahai Amirul Mukminin, ada orang Yahudi ingin menghadap Tuan” sahut Prajurit. “Bawalah ke hadapanku” perintah Khalifah. Orang Yahudi pun masuk disertai pengawal. Ada ketenangan di...

Wanita Yang Dinikahkan Langsung Oleh Allah SWT, Siapakah Dia?

Gambar
Bila biasanya seorang wanita dinikahkan oleh para wali-walinya, maka berbeda halnya dengan wanita ini. Sebab dia dinikahkan langsung oleh Allah SWT dari atas ‘Arsy-Nya. Meskipun berstatus sebagai seorang janda, namun Allah SWT memberikan keistimewaan kepada wanita ini. Dia bukanlah seorang wanita biasa, dia adalah seorang wanita yang berparas cantik dan juga merupakan penghulu para wanita dalam hal agamanya, kezuhudannya, kedermawanannya, dan kebaikannya. Sehingga ketika seorang lelaki yang juga istimewa melamarnya, maka Allah SWT pun berkenan untuk menikahkan keduanya tanpa wali dan tanpa saksi. Bahkan kisah ini pun diabadikan di dalam Al-Qur’an. Siapakah wanita istimewa yang dinikahkan oleh Allah SWT tersebut ? Dia adalah Ummul Mu’minin Zainab bintu Jahsy. Dan ibunya adalah Umaimah bintu Abdul Muthalib bin Hasyim, bibi Rasululullah SAW dari pihak ayahnya. Setelah diceraikan oleh suaminya, Zainab bintu Jahsy mendapatkan lamaran dari seseorang yang begitu mulia, yang tidak...

Dibalik Adzan Terakhir Bilal ibn Rabbah

Gambar
Semenjak Rasulullah wafat, Sahabat Bilal ibn Rabbah menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Ketika Khalifah Abu Bakar memintanya untuk menjadi muadzin kembali, dengan hati pilu nan sendu Bilal berkata, "Biarkan aku hanya menjadi muadzin Rasulullah saja. Rasulullah telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi." Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal untuk kembali mengumandangkan adzan. Kesedihan sebab ditinggal wafat oleh Rasulullah terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia bersama rombongan pasukan Fath Islamy berangkat menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria. Sudah lama Bilal tak mengunjungi Madinah, hingga sampai pada suatu malam, Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya, "Ya Bilal, Wa maa hadzal jafa ? Hai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku ? Mengapa sampai seperti ini ?" Bilal pun bangun terperanjat, segera ia mempersiapkan perjalanan ke ...

Kisah Empat Lilin

Gambar
Ada empat lilin yang menyala, sedikit demi sedikit mereka habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka: Lilin pertama berkata: "Aku adalah DAMAI. Namun manusia tidak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja" Lalu sedikit demi sedikit sang lilin padam. Lilin kedua berkata: "Aku adalah IMAN. Sayang aku tidak berguna lagi. Manusia tidak mau mengenalku, untuk itulah tidak ada gunanya aku tetap menyala" Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Kisah Uang Seribu dan Seratus Ribu

Gambar
Bank Indonesia menerbitkan dua lembar uang, yang satu bernama uang seribu rupiah dan satu lagi uang seratus ribu rupiah. Keduanya tercipta sama-sama dari kertas dengan begitu indah, mulus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Setelah itu mereka kemudian berpisah, mengalami pengembaraan yang begitu lama, dan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya, mengisi satu dompet ke dompet lainnya. Sebulan kemudian, keduanya kembali dipertemukan secara tidak sengaja didalam dompet seorang lelaki. Terjadilah dialog diantara keduanya.. Uang Seratus Ribu: "Dari mana saja kamu, teman? Sebulan tak bertemu tapi kok kamu kelihatan begitu lusuh? Kumal, kotor , lecet dan bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari Bank Indonesia, kita sama-sama bersih kan ….. Ada apa denganmu?" Uang seribu kemudian memulai kisahnya, sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata: "Sejak kita ke luar dari Bank itu, hanya sehari aku berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikut...