Ada beberapa teman yang bertanya: Kenapa blog dinda story penuh dengan puisi sedih, puisi kematian, puisi seorang hamba dengan Rab-nya, puisi akan mengingat dosa, dan warna hitam? Kenapa status2 seorang Dinda berisi nasihat2 orang bijak, kata2 motivasi, penggalan ayat2 Al Qur'an, seruan2 kebaikan? Dan kenapa wajah seorang Dinda tidak pernah diperlihatkan, ditunjukkan? Berikut ini jawabannya... Jika para ahli kesehatan sudah memberikan vonis penyakit yang menjadi momok bagi manusia, jika bayang2 kematian sudah diujung mata, apa yang bisa dipikirkan? Tentu saja berusaha menjadi seorang mukmin sejati, menjadi manusia yang berguna bagi sesama, mengingatkan hal yang benar maupun yang salah. Sungguh... diri ini bukan seorang pujangga, bukan pula seorang bijak, juga bukan ingin dipanggil ustadzah, serta tidak ingin mencari nama. Diri ini hanya ingin berbagi ilmu, berbagi wawasan, mengajak ke jalan kebaikan, mencari ridho Allah SWT.