Postingan

Tegar

Gambar
Seperti burung yang harus terbang tinggi, tapi sebenarnya dia takut ketinggian. Seperti ikan yang seharusnya mengarungi samudra, padahal dia takut akan derasnya ombak. Seperti aku yang berjalan dengan satu kaki, padahal aku harus mendaki gunung yang tinggi. Bukan ingin menjadi seorang wanita cengeng atau manja, tetapi menjalani suatu proses hidup yang tidak mudah tapi berkesan, dan panjang tapi bermakna. Aku akan tetap bernyanyi, meskipun tak ada lagi petikan gitarmu di sini. Aku akan tetap berpuisi, meskipun tak ada lagi bait-bait indah tentangmu menemani. Aku tetap berdiri di sini, ikut merasakan langit yang kehilangan jingganya...

Sebuah Masa

Gambar
Ini hanya tentang sebuah masa masa di mana aku tertawa dalam duka masa di mana aku menangis dalam bahagia masa di mana aku terlelap dalam jaga Ini bukan sekedar sebuah masa masa di mana aku menemukan sahabat masa di mana aku menemukan kerabat masa di mana aku menemukan kamu yang terhebat Ini akan menjadi sebuah masa masa yang tak akan pernah terlupa ketika aku mulai kehilangan asa ketika aku mulai menghilang dalam rasa tapi dirimu selalu merangkulku dalam harap

Romansa Ramadhan

Gambar
Kala kerinduan belumlah usai Kala penghayatan dalam doa belumlah sempurna Menapaki lajunya perjalanan yang tiada henti Menyusuri lorong yang penuh liku menghadang Kuingin Kau basuh dalam renunganku Masihkah kan kupalingkan wajah ini? Saat Kau pancarkan cahaya dalam bulan nan mulia Mengharapkan ampunan dalam sujudku yang panjang Ingin kuhempas semua kobaran emosi dalam dada Meluruhkan jiwa yang sarat dengan hasrat Tenggelam dalam tangisan penuh sesal Sanggupkah kutapaki hariku? Melaksanakan kepingan sisa harapan Menyongsong esok yang telah siap menanti

Makna Ulang Tahun Dalam Islam

Gambar
الوقت أنفاس لا تعود “Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.” Mungkin kita selalu berpikir bahwa umur kita bertambah, namun kita tidak memikirkan ajal semakin dekat? Kita bisa merenungkan bahwa semakin bertambah tahun, semakin bertambah hari, itu berarti berkurangnya umur kita setiap saat. Al Hasan Al Bashri pernah berkata, “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal (kematian) pun semakin dekat.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 383). Jadi sungguh keliru, jika kita merayakan ulang tahun karena merasa telah bertambahnya umur. Seharusnya yang kita rasakan adalah umur kita semakin berkurang, lalu kita renungkan bagaimanakah amal kita selama hidup ini? Bukankah Islam mengajarkan kita jangan hanya menunggu waktu, namun beramallah demi persiapan bekal untuk akhirat. Ibnu ‘Umar pernah berkata, “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah wa...

Jangan Bermain HP Sebelum Tidur!

Gambar
Jaman sekarang, hampir tidak ada orang yang tidak memiliki smartphone. Smartphone seperti benda wajib untuk generasi masa kini, dan bahkan kegiatan sehari-hari pun banyak melibatkan smartphone. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa terlalu sering bermain smartphone sebelum tidur bisa mengganggu siklus tidur, dan sinar biru dari smartphone bisa menghambat hormon melatonin sehingga kita menjadi susah tidur. Hormon melatonin adalah yang membantu merespon tubuh untuk bersiap tidur. Kurangnya kadar hormon melatonin bisa menyebabkan gangguan tidur insomnia, yang akan mengakibatkan orang menjadi mudah lelah, mudah stres, depresi, kurang konsentrasi, menurunkan sistem imun tubuh, diabetes, bahkan serangan jantung. Kurangnya hormon melatonin juga bisa menurunkan tingkat kesuburan reproduksi, meningkatkan risiko serangan kanker payudara, karena melatonin juga berperan dalam mencegah terbentuknya sel tumor dalam tubuh.

Wanita di Pintu Surga Itu...

Gambar
Alkisah tersebutlah seorang wanita yang dikenal taat dalam menunaikan ibadahnya. Bahkan ia seringkali menambahnya dengan ibadah-badah Sunnah. Namun sayang beribu sayang, ia berat untuk menutup auratnya. Hijab seolah enggan mendekat pada tubuhnya, sama halnya dengan dirinya yang acuh tak acuh pada jilbab. Acapkali ketika ia disentuh, “Ukhti yang cantik, Ukhti Insha Allah akan semakin cantik jika ia berhijab.” Namun berulangkali pula ia hanya tersenyum simpul dan berkata, “Insha Allah. Yang penting hatinya dulu yang berhijab.” Suatu malam dalam buaian pelukan mimpi, wanita ini tengah berada di sebuah taman. Indah di pandang. Perpaduan keelokan bunga-bunga di taman yang bermekaran, dipadu padan hijau-hijau asri sang rumput. Semilir angin berhembus menyejukan, sungai-sungai mengalir begitu jernihnya. Seolah-olah ia cermin laiknya dalam kisah singgasana Sulaiman. Damai, tentram menyapa. Wanita itu merasa nyaman berada disana.

Irama Kegelapan

Gambar
Malam telah datang Nyanyikan kidung kematian dalam kegelapan Dunia memudar Kekuatan datang dalam kelam Perlahan-lahan aku mulai tenggelam Janji kehangatan sebuah perjalanan belum terambilkan Jiwa yang paling hitam Dosa yang paling kelam Hati yang terlumuri darah Kegelapan yang tumpah Kegilaan memanggil dari tempat tak terjamah Suara kengerian berteriak menyiksa jiwa Takkan bisa lari, takkan bisa sembunyi Jiwa semakin kaku menghilang dalam kegelapan Takkan ada yang bisa menatap dan mendengar Saat tenggelam lebih dalam dan lebih kelam pikiran kian menggila, dan kegilaan menjadi teman sejati

Lewat Tengah Malam

Gambar
Aku sangat mencintai malam dan kegelapan Di ujung malam bersisian gundah aku masih saja menggumuli pekat Dalam buaian desir lewat terpa sang angin Kesunyian pun kian menampar hati Ada yang kurasa saat malam hadir Ketika keterpurukan menghantui hati Dirimu hadir lewat bayang Lintasanmu merajai sukmaku Malam kian pekat membahana Terengkuh kesunyian dalam hamparan Mencabik lara dalam sekam kerinduan Mencoba menjarahmu namun hampa

Dalam Diam Ini

Gambar
Dalam diam... Ada sebait doa yang senantiasa kupanjatkan Ada segudang harap yang kutitipkan Ada sejumput asa yang kusimpul lewat ikhtiar Dan aku berkisah tentang keindahan yang di janjikan surga-Nya Dalam diam... Aku menitipkan sebuah cinta Cinta untuk malaikat hatiku disana Semoga dia menjadi penyempurna imanku pada-Nya dan menjadi titian dalam meraih ridha-Nya Memang aku tak setangguh Siti Khadijah yang mengorbankan apapun untuk kekasih Allah juga tak seperti Aisyah yang luar biasa kecerdasannya dan tak se sholehah Fatimah Az-Zahra Karena aku hanyalah wanita akhir zaman

Rembulan di Atas Pusara

Gambar
Bumi ini tak ada tempat buatku, dan matahari pun tak rela berikan sinarnya untukku Tempatku hanya di kegelapan, tanpa cahaya, hitam kelam, sendirian Tiap pagi berharap jantung terhenti, atau menghilang di sapu angin Tidak kamu atau pun mereka yang bisa rangkai kembali hatiku Rasa sakit ini sungguh tak terperi Teriris sampai tak berbentuk lagi Pola yang sama, orang yang sama, kisah yang sama Tidak bosankah kalian menikmati air mata ini? Dan pada akhirnya tetap sama, tidak berbeda Tak ada ujung pada kisah yang ku renda Hingga pena yang ku torehkan pada kertas kehidupan hampir penuh, tetap saja tidak ku temukan cinta sejati yang mengandung arti